Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Oktober 2012

Mengapa Sekolah Harus Gunakan Open Source


Untuk mempelajari cara kerja perangkat lunak, guru maupun siswa harus mampu membaca atau menulis kode sumber. Pada aplikasi komersil (propertary), siswa tak dapat mempelajarinya karena ilmu yang inginkan bersifat rahasia.
Hal sebaliknya, peranti lunak sumber terbuka(open source) justru mendorong semua orang untuk belajar dan mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan. Pegiat perangkat lunak sumber terbuka menolak filosofi “penginjilan teknologi” yang menyebabkan publik tidak tahu cara kerja teknologi.
Bila sekolah menggunakan open source,mereka bisa belajar membaca kode sumber sebanyak yang mereka inginkan. Hal itu memungkinkan murid-murid yang berbakat di dunia pemrograman melangkah lebih jauh.
Selain itu, lembaga pendidikan yang menggunakan perangkat lunak sumber terbuka bisa menghemat dana belanja. Sebagian besar perangkat lunak sumber terbuka disebarluaskan secara gratisan. Sekolah juga bebas meniru dan menyebarluaskannya kembali sehingga semua komputer bisa dimanfaatkan tanpa harus membeli lisensi baru.
Dunia pendidikan bisa mengajarkan cara hidup yang menguntungkan masyarakat pada murid-muridnya. Sekolah mengajarkan pemakaian aplikasi sumber terbuka kepada murid, maka murid akan menggunakan aplikasi itu setelah mereka lulus. Hal ini akan membantu masyarakat secara keseluruhan untuk lepas dari dominasi korporat raksasa.
Dukungan perangkat lunak sumber terbuka membuat kegiatan belajar-mengajar semakin menarik karena para siswa terbiasa dengan tradisi berbagi sehingga tercipta percepatan dalam pengembangan keilmuan.

Yossy SuparyoPegiat TIK Perdesaan


http://blankonbanyumas.web.id/2012/09/mengapa-sekolah-harus-gunakan-open-source/

OS BlankOn Banyumas Bukti Karakter Banyumas yang Kesatria


Kemunculan BlankOn Banyumas menjawab tiga persoalan penting di Banyumas, yaitu mengurangi pembajakan piranti lunak, penghematan belanja, dan kemandirian teknologi.
Demikian pendapat Direktur Politeknik Pratama, Djati Kusumo Widjoyo, dalam peluncuran sistem operasi BlankOn Banyumas di Pendopo Wakil Bupati Banyumas (17/8). Acara ini dihadiri oleh beragam kalangan dari budayawan, kepala desa, akademisi, guru, pelajar, blogger, pegiat buruh migran, pers, dan praktisi teknologi informasi.
Pertama, sebagian besar pengguna komputer di Banyumas menggunakan piranti lunak bajakan/curian. secara hukum, perbuatan itu dapat dikategorikan sebagai tindak pidana. Selain itu, pembajakan sendiri bukan karakter warga Banyumas yang menjunjung tinggi watak kesatria.
“Kita mendapat ranking pembajak nomor dua sedunia. Ironisnya, pembajakan software ini dilakukan oleh pemerintah, penegak hukum, akademisi, mahasiswa/pelajar, dan warga. Lama-kelamaan, tindak pencurian dan korupsi dianggap biasa. Apa ini yang dinamakan kota satria? Bahaya kan!” tegas Djati.
Kedua, memangkas dana belanja piranti lunak. Bagi Djati, pengguna komputer di Banyumas sudah di atas 20.000 pengguna. Bila mereka taat hukum maka belanja sistem operasi bisa mencapai 2 milyar rupiah. Bila komputer digunakan sekadar keperluan kantoran (mengetik, olah data, dan presentasi) maka ada 4-5 milyar untuk belanja aplikasi office.
Bila menggunakan OS BlankOn Banyumas dana itu bisa dialihkan untuk keperluan yang lebih penting seperti pendidikan, pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan masyarakat. Pengalokasian dana untuk keperluan tersebut menjadi ciri kesatria juga.
“Harga sistem operasi propertari sekitar 1 juta, aplikasi office bisa 2-3 juta. Sementara itu, BlankOn Banyumas bisa didapat gratisan, pengguna komputer sekadar mengganti ongkos pemaketan dan pengemasan sekitar 10 ribu. Ini bentuk penghematan anggaran yang luar biasa,” lanjutnya.
Ketiga, kemandirian teknologi. Lewat BlankOn Banyumas, warga Banyumas menunjukkan pada khalayak umum bahwa mereka mampu membangun kemandirian teknologi. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya desa dan pengguna komputer yang sudah mempergunakan sistem operasi ini. Semangat kemandirian teknologi itu langkah maju bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di Banyumas.
“Kemandirian teknologi merupakan cita-cita para pendiri bangsa. Pengembangan BlankOn Banyumas jangan sampai berhenti, mari terus berinovasi,” pungkas Djati.



SMK Bina Teknologi Gelar Workshop BlankOn Banyumas


Tim Pengembang @blankonbanyumas berbagi strategi pengembangan dukungan bahasa Banyumas dalam BlankOn Linux di Sekolah Menengah Kejuruan Bina Teknologi (SMK Bintek) Purwokerto, Kamis (2/8). Acara ini diikuti oleh siswa kelas 3 dan tenaga pengajar yang tertarik menjadi anggota Tim Pengembang BlankOn Banyumas.
Acara dimulai dengan presentasi Eko Sugianto, Pegiat Komunitas BlankOn Banyumas, yang menjelaskan tentang linux. Setelah itu, Eko menjelaskan pola kerja pengembangan bahasa antarmuka bahasa Banyumas dalam BlankOn Banyumas. Tak lupa dia mengajak para civitas akademika SMK Bintek untuk bekerjasama dalam mewujudkan mimpi itu.
Pada sesi yang kedua, Pri Anton Subardio, Koordinator BlankOn Banyumas berbagi tips tentang pemanfaatan sosial media, seperti Twitter dan Facebook, sebagai sarana komunikasi antarpengembang. Bagi Anton, para pengembang acapkali menggunakan sosial media sebagai lingkungan kerja yang nyaman untuk bertegur sapa maupun berbagi pengalaman dan informasi.
Setelah itu, para siswa mencoba lingkungan kerja penerjemahan BlankOn Linux. Pada akhir acara civitas akademika SMK Bintek Purwokerto bersedia bergabung dalam Komunitas BlankOn Banyumas untuk mengembangkan sistem operasi komputer berbahasa Banyumas.

Selasa, 16 Oktober 2012

Peresmian Gedung Pramuka Kwarda 11 Jawa Tengah


Pada sekitar Pukul 16.00 Kemarin, saya sempat mendengar kabar disalah satu siaran Berita Televisi, bahwa ada berita tentang Peresmian Gedung Pramuka Kwarda 11 Jawa Tengah di Semarang. Pas mau lihat Berita tersebut, ehh... udah ketinggalan, berita tersebut sudah dialihkan ke Berita lainnya, sial kurang cepat nih saya.

Karena Timbul rasa yang sangat Amat Penasaran, saya langsung aja deh cek langsung ke Websitenya Kwarda Jateng » http://pramukajateng.or.id
Dan Ternyata Benar, yuk kita simak Beritanya.

Semarang, pada Hari ini (Senin, 15 Oktober 2012) Gedung Pramuka Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah Diresmikan Penggunaannya oleh Gubernur Provinsi Jawa Tengah H. Bibit Waluyo, Gedung ini tidak hanya digunakan sebagai sekretariat Kwartir Daerah 11 Gerakan Pramuka saja melainkan digunakan juga oleh Deskranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) sebagai tempat pameran barang – barang kerajinan yang berasal dari seluruh jawa tengah. Acara peresmian dilaksanakan di Gedung Pramuka yang beralamatkan di Jalan Pahlawan No. 8 semarang dan dihadiri oleh Forum Komunikasi Pemerintah Daerah Jawa Tengah, SKPD dan 35 kwarcab di jateng. Selesai acara peresmian, Gubernur Jateng, Ketua Deskranasda, Ketua Kwarda beserta undangan lainnya menyempatkan diri untuk meninjau gedung dan melihat ruangan beserta fasilitas yang tersedia didalamnya.

PERAN PRAMUKA DALAM TEKNOLOGI INFORMATIKA



Assalamu'alaikum, Salam Pramuka....
Oke, selamat pagi sobat Pramuka, semoga hari ini akan menjadi hari yang indah untuk sobat semua, amiin.
Pada postingan kali ini, Inilah Pramuka akan sedikit menyinggung masalah penggunaan Teknologi Informatika  dalam Kepramukaan nih sob.
Dalam era Modrn dan maju, alias globalisasi ini, tentunya banyak sekali perkembangan-perkembangan di dunia yang kita tempati ini, khususnya di bidang TEKNOLOGI, wahh jangan sampai deh sobat Pramuka "Gaptek", kenapa kok Pramuka gak boleh Gaptek? Ya jelas gak Boleh lah, justru kita harus terus mengikuti  arus perkembangan jaman, TAPI ada tapinya, dalam mengikuti perkembangan jaman, kita harus tau yang namanya Batas, yaps, pasti udah pada tau lah maksud saya, he..he..

Kemudian, Untuk menghilangkan rasa "Gaptek" itu dari dalam diri Pramuka, DKC Banyumas mengadakan sebuah kompetisi Blog, ohh yeahh.... makanya semalem aku lembur bikin blog ini, he..he..
Saya yakin, Kompetisi ini banyak sekali manfaatnya, mulai dari mendapatkan temang blogger, memperkenalkan Blog kepada Kaka - Kaka Pramuka, dan mendapat banyak visitor nantinya.

Memang sih, akhir-akhir ini dunia Blog sudah mulai dihinggapi anak-anak ABG, dari mulai Blog Hacking, Tutorial, Komputer, Memasak, Musik, Berita dan Lain sebagainya. Nah, untuk melengkapi kekurangan diatas, saya menciptakan sebuah BLOG tentang Kepramukaan "Inilah Pramuka".

Blog ini nantinya akan saya buat sebagai sumber Informasi Kepramukaan, baik yang ditulis sendiri, maupun berita Populer yang sedang melanda dunia Kepramukaan Indonesia Saat ini.

Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan dipostingan Kali ini, semoga sobat Pramuka bisa menghilangkan rasa Gaptek itu, dan Salam Pramuka....

Senin, 15 Oktober 2012

Band Radja Bikin Album Pramuka


Bila diantara kalian — anak sekolahan yang aktif di Pramuka, suatu saat nanti jangan kaget kalau tiba-tiba grup band Radja nongol dalam kegiatanmu . Kok bisa begitu? Ya, sebab band yang  beberapa tahun belakangan ini mulai surut dari  panggung musik  akan meluncurkan album bertemakan pramuka.

Iya Radja didaulat untuk menyanyikan lagu daur ulang berjudul Salam Pramuka yang dikemas dalam album dan akan disosialisasikan ke komunitas Pramuka,” 

ungkap Iyan Kasela, sang vokalis saat ditemui di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Minggu(21/7)
Dalam albumnya nanti band yang juga akan menyanyikan lagu daur ulang berjudul Rasa Sayange dan Disini Senang Disana Senang.


Nanti akan ada 10 lagu. Ada beberapa lagu milik kita yang bertemakan spirit masuk kedalam album ini dan juga lagu-lagu daur ulang Rasa sayangeDisini Senang di Sana Senang, dan Salam Pramuka,

ceritanya.


Setelah jadi, nantinya  album ini akan disosialisasikan kepada seluruh komunitas pramuka di berbagai daerah dalam bentuk tur band Radja.
Dari pembuatan album ini nyatanya mereka sama sekali tidak mengharapkan keuntungan, namun satu yang mereka harapan dari album yang bekerja sama dengan PT Molino Pramuka yaitu pencitraan.
“Awal kerjasama sebetulnya tidak ada keuntungan sama sekali, tapi setelah berjalan mungkin ada-lah profit buat kami. Tapi yang lebih penting buat kita adalah pencitraan positif yang didapat oleh Radja.


Romeo/Ega 
(sumber : pasbanget.co)