Tampilkan postingan dengan label OpenSource. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OpenSource. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 November 2012

Apa Itu BlankOn ??

Selamat malam kaka....bagaimana kabar hari ini kaka ?? semoga baik baik saja yah :)
okeh disini saya akan menjelaskan apa sih itu "BlankOn Linux",,langsung saja cekidot,,,







BlankOn atau lengkapnya BlanOn Linux merupakan salah satu
distro Linux yang berisikan perangkat lunak (software) yang
dapat digunakan untuk keperluan desktop, laptop, dan
workstation. Dengan dipadukan oleh berbagai pernak–pernik
khas Indonesia, distro ini sangat cocok digunakan untuk
pengguna komputer di Indonesia.


BlankOn Linux dikembangkan Tim Pengembang BlankOn secara
terbuka dan gotong royong, sehingga siapa saja bisa turut
berkontribusi untuk mengembangkan BlankOn agar menjadi lebih
baik. BlankOn Linux juga bisa didapatkan oleh siapa saja tanpa
perlu membayar untuk mengunduhnya. Bahkan, Anda bisa
mendistribusikannya dan membagi-baginya secara bebas tanpa
batas kepada siapa saja.

Pengembangan BlankOn bukan semata-mata ingin membuat distribusi Linux baru, namun lebih dimotivasi oleh keinginan
untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam kemampuan
pengembangan perangkat lunak bebas/terbuka, yang pada
hakikatnya merupakan salah ciri khas bangsa Indonesia yang
memiliki semangat bergotong-royong. Tim pengembang
BlankOn percaya bahwa bangsa Indonesia mampu dan tidak
kalah dengan bangsa- bangsa lain di dunia dan oleh karena itu
aktif mengundang siapa pun yang berminat dan memiliki
semangat yang sama untuk bergabung dalam pengembangan
BlankOn.

Mungkin Kurang lebihnya begitu kaka....
kalau kaka belum paham betul apa itu BlankOn ?? bisa langsung buka website nya 
www.blankonlinux.or.id





Rabu, 24 Oktober 2012

Mengapa Sekolah Harus Gunakan Open Source


Untuk mempelajari cara kerja perangkat lunak, guru maupun siswa harus mampu membaca atau menulis kode sumber. Pada aplikasi komersil (propertary), siswa tak dapat mempelajarinya karena ilmu yang inginkan bersifat rahasia.
Hal sebaliknya, peranti lunak sumber terbuka(open source) justru mendorong semua orang untuk belajar dan mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan. Pegiat perangkat lunak sumber terbuka menolak filosofi “penginjilan teknologi” yang menyebabkan publik tidak tahu cara kerja teknologi.
Bila sekolah menggunakan open source,mereka bisa belajar membaca kode sumber sebanyak yang mereka inginkan. Hal itu memungkinkan murid-murid yang berbakat di dunia pemrograman melangkah lebih jauh.
Selain itu, lembaga pendidikan yang menggunakan perangkat lunak sumber terbuka bisa menghemat dana belanja. Sebagian besar perangkat lunak sumber terbuka disebarluaskan secara gratisan. Sekolah juga bebas meniru dan menyebarluaskannya kembali sehingga semua komputer bisa dimanfaatkan tanpa harus membeli lisensi baru.
Dunia pendidikan bisa mengajarkan cara hidup yang menguntungkan masyarakat pada murid-muridnya. Sekolah mengajarkan pemakaian aplikasi sumber terbuka kepada murid, maka murid akan menggunakan aplikasi itu setelah mereka lulus. Hal ini akan membantu masyarakat secara keseluruhan untuk lepas dari dominasi korporat raksasa.
Dukungan perangkat lunak sumber terbuka membuat kegiatan belajar-mengajar semakin menarik karena para siswa terbiasa dengan tradisi berbagi sehingga tercipta percepatan dalam pengembangan keilmuan.

Yossy SuparyoPegiat TIK Perdesaan


http://blankonbanyumas.web.id/2012/09/mengapa-sekolah-harus-gunakan-open-source/

OS BlankOn Banyumas Bukti Karakter Banyumas yang Kesatria


Kemunculan BlankOn Banyumas menjawab tiga persoalan penting di Banyumas, yaitu mengurangi pembajakan piranti lunak, penghematan belanja, dan kemandirian teknologi.
Demikian pendapat Direktur Politeknik Pratama, Djati Kusumo Widjoyo, dalam peluncuran sistem operasi BlankOn Banyumas di Pendopo Wakil Bupati Banyumas (17/8). Acara ini dihadiri oleh beragam kalangan dari budayawan, kepala desa, akademisi, guru, pelajar, blogger, pegiat buruh migran, pers, dan praktisi teknologi informasi.
Pertama, sebagian besar pengguna komputer di Banyumas menggunakan piranti lunak bajakan/curian. secara hukum, perbuatan itu dapat dikategorikan sebagai tindak pidana. Selain itu, pembajakan sendiri bukan karakter warga Banyumas yang menjunjung tinggi watak kesatria.
“Kita mendapat ranking pembajak nomor dua sedunia. Ironisnya, pembajakan software ini dilakukan oleh pemerintah, penegak hukum, akademisi, mahasiswa/pelajar, dan warga. Lama-kelamaan, tindak pencurian dan korupsi dianggap biasa. Apa ini yang dinamakan kota satria? Bahaya kan!” tegas Djati.
Kedua, memangkas dana belanja piranti lunak. Bagi Djati, pengguna komputer di Banyumas sudah di atas 20.000 pengguna. Bila mereka taat hukum maka belanja sistem operasi bisa mencapai 2 milyar rupiah. Bila komputer digunakan sekadar keperluan kantoran (mengetik, olah data, dan presentasi) maka ada 4-5 milyar untuk belanja aplikasi office.
Bila menggunakan OS BlankOn Banyumas dana itu bisa dialihkan untuk keperluan yang lebih penting seperti pendidikan, pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan masyarakat. Pengalokasian dana untuk keperluan tersebut menjadi ciri kesatria juga.
“Harga sistem operasi propertari sekitar 1 juta, aplikasi office bisa 2-3 juta. Sementara itu, BlankOn Banyumas bisa didapat gratisan, pengguna komputer sekadar mengganti ongkos pemaketan dan pengemasan sekitar 10 ribu. Ini bentuk penghematan anggaran yang luar biasa,” lanjutnya.
Ketiga, kemandirian teknologi. Lewat BlankOn Banyumas, warga Banyumas menunjukkan pada khalayak umum bahwa mereka mampu membangun kemandirian teknologi. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya desa dan pengguna komputer yang sudah mempergunakan sistem operasi ini. Semangat kemandirian teknologi itu langkah maju bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di Banyumas.
“Kemandirian teknologi merupakan cita-cita para pendiri bangsa. Pengembangan BlankOn Banyumas jangan sampai berhenti, mari terus berinovasi,” pungkas Djati.



SMK Bina Teknologi Gelar Workshop BlankOn Banyumas


Tim Pengembang @blankonbanyumas berbagi strategi pengembangan dukungan bahasa Banyumas dalam BlankOn Linux di Sekolah Menengah Kejuruan Bina Teknologi (SMK Bintek) Purwokerto, Kamis (2/8). Acara ini diikuti oleh siswa kelas 3 dan tenaga pengajar yang tertarik menjadi anggota Tim Pengembang BlankOn Banyumas.
Acara dimulai dengan presentasi Eko Sugianto, Pegiat Komunitas BlankOn Banyumas, yang menjelaskan tentang linux. Setelah itu, Eko menjelaskan pola kerja pengembangan bahasa antarmuka bahasa Banyumas dalam BlankOn Banyumas. Tak lupa dia mengajak para civitas akademika SMK Bintek untuk bekerjasama dalam mewujudkan mimpi itu.
Pada sesi yang kedua, Pri Anton Subardio, Koordinator BlankOn Banyumas berbagi tips tentang pemanfaatan sosial media, seperti Twitter dan Facebook, sebagai sarana komunikasi antarpengembang. Bagi Anton, para pengembang acapkali menggunakan sosial media sebagai lingkungan kerja yang nyaman untuk bertegur sapa maupun berbagi pengalaman dan informasi.
Setelah itu, para siswa mencoba lingkungan kerja penerjemahan BlankOn Linux. Pada akhir acara civitas akademika SMK Bintek Purwokerto bersedia bergabung dalam Komunitas BlankOn Banyumas untuk mengembangkan sistem operasi komputer berbahasa Banyumas.